Menjadi sekolah yang popular dan berkualitas adalah idaman bagi setiap sekolah. Betapa tidak, SMP Terbuka 1 Banjar yang dikelola oleh Sekolah induk SMPN 3 Banjar ini berhasil menyisihkan lawannya di tingkat provinsi dalam lomba motivasi belajar mandiri (lomojari) dengan system cerdas cermat. Hal ini menyebabkan sekolah yang memiliki 116 siswa ini mampu melaju lebih jauh ke tingkat Nasional 12 September mendatang. Hal ini dibenarkan oleh kepala sekolah SMPN 3 Banjar I Nyoman Purnayasa, S.Pd., M.M. “Kami selaku sekolah induk merasa bangga memiliki siswa siswi binaan yang mampu bersaing di tingkat propinsi, meski berasal dari kampung”, ujar Purnayasa pada TPI (8/9).
SMP Terbuka yang meminjam lokasi belajar mengajar di SDN 2 Sidatapa ini, sudah mampu menunjukkan identitasnya sampai ke tingkat nasional. Siswa-siswi yang mampu mengharumkan nama Buleleng itu adalah Putu Sugiani yang lahir di Sidatapa 13 Februari 1997. Siswi kelas VIII ini bercita-cita jadi Guru melalui moto hidup belajar dengan giat. Selain itu, kiat-kiat belajar dari putri pasangan alm. Ketut Nurata dan Nyoman Kinis ini adalah dengan belajar kelompok dan pembinaan dari pembinanya. Lain lagi dengan rekannya yaitu Putu Sari Dewi yang juga bercita-cita menjadi guru. Dewi yang lahir di Sidatapa 28 September 1996 ini memiliki sifat yang pantang menyerah untuk cita-citanya. Selanjutnya, siswa atas nama Kadek Juliana yang bercita-cita menjadi dokter juga akan mewakili sekolah ke nasional. Juli yang lahir di Sidatapa 27 maret 1997 ini memiliki kiat belajar dengan mencari pengetahuan lewat media TV.
Menurut Purnayasa, siswa-siswi tersebut dibina oleh guru bina yang ada di sekolah induk dan tiga orang guru pamong yaitu Putu Budiartana, Ketut Suarda, S.Pd., dan I Kadek Budiarta, S.S. “Saya selaku kepala sekolah akan seefektif mungkin membina siswa. Ketika di provinsi siswa kami ada yang kurang, misalnya dalam bidang Matematika, maka kami akan mencarikan guru bina sesuai bidangnya hingga kekurangan itu bisa diantisipasi”, terang Purnayasa.
Putu Budiartana kemudian menambahkan, motivasi siswa ikut lomojari tersebut adalah selain menjadi pemenang juga ingin tahu bagaimana kondisi kota Jakarta dan sekitarnya. “Setidaknya kami akan tahu Jakarta”, tambah Budiartana. Selain prestasi teranyar kami yaitu go nasional, kami juga pernah menjadi juara III nasional untuk lomba keterampilan 2010. “Jebolan dari SMP Terbuka kami juga tidak bisa dipandang remeh karena dari awal berdiri tahun 1992, 14 orang alumni kami sudah berhasil menjadi PNS di tingkat SD/SMP, dan ada juga siswa tamatan tahun 2000 kami berhasil di bidang bahasa Inggris, bahkan mampu kerja di kapal pesiar”, tegas Budiartana.
Diakhir perbincangan dengan TPI, Purnayasa berharap agar ke depannya tidak ada yang putus sekolah terkait dengan kendala geografis dan ekonomi, dan keterampilan siswa SMP Terbuka 1 Banjar bisa dioptimalkan melalui dana block green yang dianggarkan tiap tahunnya oleh pemerintah. “dan tentunya kami sangat berharap agar siswa kami yang akan berlaga ke tingkat nasional mampu membawa nama baik Bali pada umumnya dan sekolah pada khususnya”, tambah Purnayasa. Selain itu Budiartana menambahkan harapan kepala sekolah yaitu terkait masalah sarana dan prasarana sekolah. “kami sangat mengharapkan bantuan berupa tempat modul, mengingat kami masih dalam kondisi menumpang tempat, selain itu kami juga berharap agar ke depannya ada bantuan berupa gedung/ruang kelas agar pembelajaran lebih optimal”, pungkas Budiartana. (rvn)
TIADA SUKSES TANPA USAHA DAN DOA, JIKA MAU SUKSES HARUS BERANI MENGAMBIL RESIKO.
Selasa, 13 September 2011
Selasa, 23 Agustus 2011
Ni Putu Ayu Hervina Sanjayanti, S.Pd DUTA BALI TUTOR KESETARAAN PAKET C BERPRESTASI TINGKAT NASIONAL 2011 “TEMPATKAN DIRI PADA ZONE KRITIS”
Ni Putu Ayu Hervina Sanjayanti, S.Pd
DUTA BALI TUTOR KESETARAAN PAKET C BERPRESTASI TINGKAT NASIONAL 2011
“TEMPATKAN DIRI PADA ZONE KRITIS”
Menjadi duta Bali ke tingkat Nasional kini bukan hanya impian bagi seorang gadis yang bernama lengkap Ni Putu Ayu Hervina Sanjayanti, S.Pd. Betapa tidak, pada tanggal 12-18 Agustus 2011 Alumni mahasiswa jurusan pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) ini menjadi duta Bali pada pemilihan tutor kesetaraan paket C berprestasi tingkat nasional 2011. Di sela-sela perlombaan, Gadis yang berasal dari sebuah desa Bali Aga Tigawasa Banjar ini juga sempat berkunjung ke gedung DPR RI dan menghadiri undangan dari Presiden SBY untuk mengikuti upacara peringatan proklamasi (17/08). Tutor Paket C PKBM Widya Aksara ini berhasil meraih lima besar pada lomba tersebut. “Momen ini adalah momen yang berharga dalam perjalanan sejarah hidup saya yang tak kan bisa diputar lagi oleh mesin waktu secanggih apapun, dan saya sangat berterimakasih kepada keluarga, sahabat, camat dan UPP Banjar, PKBM, disdik kabupaten dan propinsi, dan TPI atas motivasinya”, ujar gadis yang akrab disapa Hervina ini (22/08).
Putri pasangan I Putu Miasa, S.Pd (alm) dan Ni Luh Ayu Marheni, S.Pd. SD, ini memiliki hobby menulis dan menonton film metafisika, serta menyenangi. Kiat-kiat yang dipegang teguh oleh gadis kelahiran Tigawasa, 11 Oktober 1989 ini adalah selalu berusaha dan berdoa, bersyukur atas apa yang dimiliki, tuangkan ide-ide kreatif pada sebuah tulisan, serta selalu berpikir positif karena mestakung (semesta mendukung). “Mestakung merupakan hukum alam dimana ketika suatu individu atau kelompok berada pada kondisi kritis maka semesta (dalam hal ini sel-sel tubuh, lingkungan dan segala sesuatu disekitar dia) akan mendukung untuk dia keluar dari kondisi kritis”, tegas Hervina.
Tutor program kesetaraan paket C yang mengajar bidang study IPA dan Sosiolog ini selama mengikuti kuliah termasuk mahasiswa yang aktif dalam mengikuti organisasi kemahasiswaan, seperti pernah menjadi sekretaris bidang penalaran dan keilmuan HMJ pendidikan Fisika, kordinator bidang jurnalistik HMJ pendidikan Fisika, pemimpin redaksi mading dan koran pendidikan Fisika (atom), pemimpin redaksi majalah KMHD YBV Undiksha (Windhu), editor majalah PERS VISI, dan pernah menjadi asisten dosen untuk mata kuliah Astronomi dan Statistika.
Sederetan prestasi pun cukup mendukung Hervina untuk melangkah ke tingkat nasional. Diantaranya adalah mengikuti pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan karya tulis, juara I penulisan karya tulis ilmiah tingkat jurusan, juara II Lomba Koran kampus, juara III Lomba mading dan jurnalistik, juara III lomba menulis resensi buku tingkat provinsi, harapan I Lomba menulis artikel tingkat provinsi, mendapatkan beasiswa PPA dan pemuda olahraga selama 3 tahun (ketika kuliah S1), dan peringkat pertama pemilihan tutor paket C tingkat provinsi.
Mahasiswa yang baru melanjutkan kuliah di Pasca Sarjana (S2) Undiksha program pendidikan Sains ini bercita-cita menjadi seorang Dosen Fisika yang sukses. Selain itu Hervina juga memiliki motto hidup yang cukup unik yaitu Sukses adalah 1% Inspirasi, 49% Keringat & 50% DOA. “saya merasa kesuksesan saya juga tidak terlepas dari anugrah Hyang Widhi, motivasi Ayah yang sudah jauh disana, Ibu dan adik-adik, serta orang-orang yang menyayangi saya. Semua motivasi itu seperti beresonansi dalam denyut nadi saya”, terang Hervina.
Diakhir perbincangan dengan TPI, Hervina berharap agar bisa melanjutkan jejak Ayahnya yang pantang menyerah dalam menjalani segala hal, dan selain itu Hervina juga berharap agar pemerintah dan masyarakat tidak memandang sebelah mata pendidikan non formal, karena bagaimanapun pendidikan non formal saat ini sudah menjadi program kesetaraan. “Apalagi saat ini ada warga belajar kami yang akan mewakili Bali ke tingkat nasional”, pungkas Hervina. (win)
DUTA BALI TUTOR KESETARAAN PAKET C BERPRESTASI TINGKAT NASIONAL 2011
“TEMPATKAN DIRI PADA ZONE KRITIS”
Menjadi duta Bali ke tingkat Nasional kini bukan hanya impian bagi seorang gadis yang bernama lengkap Ni Putu Ayu Hervina Sanjayanti, S.Pd. Betapa tidak, pada tanggal 12-18 Agustus 2011 Alumni mahasiswa jurusan pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) ini menjadi duta Bali pada pemilihan tutor kesetaraan paket C berprestasi tingkat nasional 2011. Di sela-sela perlombaan, Gadis yang berasal dari sebuah desa Bali Aga Tigawasa Banjar ini juga sempat berkunjung ke gedung DPR RI dan menghadiri undangan dari Presiden SBY untuk mengikuti upacara peringatan proklamasi (17/08). Tutor Paket C PKBM Widya Aksara ini berhasil meraih lima besar pada lomba tersebut. “Momen ini adalah momen yang berharga dalam perjalanan sejarah hidup saya yang tak kan bisa diputar lagi oleh mesin waktu secanggih apapun, dan saya sangat berterimakasih kepada keluarga, sahabat, camat dan UPP Banjar, PKBM, disdik kabupaten dan propinsi, dan TPI atas motivasinya”, ujar gadis yang akrab disapa Hervina ini (22/08).
Putri pasangan I Putu Miasa, S.Pd (alm) dan Ni Luh Ayu Marheni, S.Pd. SD, ini memiliki hobby menulis dan menonton film metafisika, serta menyenangi. Kiat-kiat yang dipegang teguh oleh gadis kelahiran Tigawasa, 11 Oktober 1989 ini adalah selalu berusaha dan berdoa, bersyukur atas apa yang dimiliki, tuangkan ide-ide kreatif pada sebuah tulisan, serta selalu berpikir positif karena mestakung (semesta mendukung). “Mestakung merupakan hukum alam dimana ketika suatu individu atau kelompok berada pada kondisi kritis maka semesta (dalam hal ini sel-sel tubuh, lingkungan dan segala sesuatu disekitar dia) akan mendukung untuk dia keluar dari kondisi kritis”, tegas Hervina.
Tutor program kesetaraan paket C yang mengajar bidang study IPA dan Sosiolog ini selama mengikuti kuliah termasuk mahasiswa yang aktif dalam mengikuti organisasi kemahasiswaan, seperti pernah menjadi sekretaris bidang penalaran dan keilmuan HMJ pendidikan Fisika, kordinator bidang jurnalistik HMJ pendidikan Fisika, pemimpin redaksi mading dan koran pendidikan Fisika (atom), pemimpin redaksi majalah KMHD YBV Undiksha (Windhu), editor majalah PERS VISI, dan pernah menjadi asisten dosen untuk mata kuliah Astronomi dan Statistika.
Sederetan prestasi pun cukup mendukung Hervina untuk melangkah ke tingkat nasional. Diantaranya adalah mengikuti pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan karya tulis, juara I penulisan karya tulis ilmiah tingkat jurusan, juara II Lomba Koran kampus, juara III Lomba mading dan jurnalistik, juara III lomba menulis resensi buku tingkat provinsi, harapan I Lomba menulis artikel tingkat provinsi, mendapatkan beasiswa PPA dan pemuda olahraga selama 3 tahun (ketika kuliah S1), dan peringkat pertama pemilihan tutor paket C tingkat provinsi.
Mahasiswa yang baru melanjutkan kuliah di Pasca Sarjana (S2) Undiksha program pendidikan Sains ini bercita-cita menjadi seorang Dosen Fisika yang sukses. Selain itu Hervina juga memiliki motto hidup yang cukup unik yaitu Sukses adalah 1% Inspirasi, 49% Keringat & 50% DOA. “saya merasa kesuksesan saya juga tidak terlepas dari anugrah Hyang Widhi, motivasi Ayah yang sudah jauh disana, Ibu dan adik-adik, serta orang-orang yang menyayangi saya. Semua motivasi itu seperti beresonansi dalam denyut nadi saya”, terang Hervina.
Diakhir perbincangan dengan TPI, Hervina berharap agar bisa melanjutkan jejak Ayahnya yang pantang menyerah dalam menjalani segala hal, dan selain itu Hervina juga berharap agar pemerintah dan masyarakat tidak memandang sebelah mata pendidikan non formal, karena bagaimanapun pendidikan non formal saat ini sudah menjadi program kesetaraan. “Apalagi saat ini ada warga belajar kami yang akan mewakili Bali ke tingkat nasional”, pungkas Hervina. (win)
Sabtu, 23 Juli 2011
un paket c
UJIAN NASIONAL PAKET C NUSA INDAH TIGAWASA, KECAMATAN BANJAR
LANCAR, TERTIB, DAN TARGET 100% LULUS
Sama halnya dengan Sekolah formal, sekolah nonformal khususnya program kesetaraan SMA paket C juga melaksanakan ujian nasional (UN) yang serentak dilaksanakan mulai tanggal 19-22 Juli 2011. Seperti Paket C Nusa Indah Desa Tigawasa dibawah naungan PKBM Widya aksara Banjar melaksanakan UN dengan tertib dan lancar. Ditemui diruang kerjanya oleh TPI (19/7), Ni Luh Ayu Marheni selaku penyelenggara (kepala sekolah) paket C mengatakan peserta UN di sekolahya sebanyak 22 orang yang terbagi menjadi dua ruangan (tiap ruang 11 orang). “mata pelajaran yang di UN kan adalah PKN, Bahasa Inggris, Sosiologi, Geografi, Bahasa Indonesia, Ekonomi, dan matematika”, ungkap Marheni.
Pada kesempatan yang sama, pengelola PKBM Nyoman Hartawan, S.E., sekaligus sebagai penilik paud UPP Banjar yang memonitoring UN juga sempat mengatakan kriteria kelulusan UN sama dengan sekolah formal dimana 60% nilai UN dan 40% nilai rapot. “saya selaku pengelola berharap agar siswa kami lulus 100%, dan bisa diterima di perguruan tinggi, mengingat program ini adalah program kesetaraan”, ujar Hartawan.
Ditanya terkait pengawas, Marheni mengatakan pengawas berasal dari sekolah setempat, dan tim monitoring berasal dari kecamatan, dinas pendidikan kabupaten dan provinsi. Menurut Marheni, selain berasal dari sekolah setempat, peserta juga berasal dari daerah lain seperti dari Seririt. “Kami sudah menyiapkan UN sedini mungkin agar bisa mencapai target kelulusan 100%, selain itu kami juga sudah melaksanakan pemantapan pada masing-masing mata pelajaran”, terang Marheni.
Diakhir perbincangan dengan TPI, Marheni Berharap agar siswanya bisa melanjutkan ke perguruan tinggi baik perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta. “angkatan tahun lalu banyak yang melanjutkan ke perguruan tinggi, bahkan sudah ada yang di Wisuda dan siap kerja”, pungkas Marheni. (rvn).
LANCAR, TERTIB, DAN TARGET 100% LULUS
Sama halnya dengan Sekolah formal, sekolah nonformal khususnya program kesetaraan SMA paket C juga melaksanakan ujian nasional (UN) yang serentak dilaksanakan mulai tanggal 19-22 Juli 2011. Seperti Paket C Nusa Indah Desa Tigawasa dibawah naungan PKBM Widya aksara Banjar melaksanakan UN dengan tertib dan lancar. Ditemui diruang kerjanya oleh TPI (19/7), Ni Luh Ayu Marheni selaku penyelenggara (kepala sekolah) paket C mengatakan peserta UN di sekolahya sebanyak 22 orang yang terbagi menjadi dua ruangan (tiap ruang 11 orang). “mata pelajaran yang di UN kan adalah PKN, Bahasa Inggris, Sosiologi, Geografi, Bahasa Indonesia, Ekonomi, dan matematika”, ungkap Marheni.
Pada kesempatan yang sama, pengelola PKBM Nyoman Hartawan, S.E., sekaligus sebagai penilik paud UPP Banjar yang memonitoring UN juga sempat mengatakan kriteria kelulusan UN sama dengan sekolah formal dimana 60% nilai UN dan 40% nilai rapot. “saya selaku pengelola berharap agar siswa kami lulus 100%, dan bisa diterima di perguruan tinggi, mengingat program ini adalah program kesetaraan”, ujar Hartawan.
Ditanya terkait pengawas, Marheni mengatakan pengawas berasal dari sekolah setempat, dan tim monitoring berasal dari kecamatan, dinas pendidikan kabupaten dan provinsi. Menurut Marheni, selain berasal dari sekolah setempat, peserta juga berasal dari daerah lain seperti dari Seririt. “Kami sudah menyiapkan UN sedini mungkin agar bisa mencapai target kelulusan 100%, selain itu kami juga sudah melaksanakan pemantapan pada masing-masing mata pelajaran”, terang Marheni.
Diakhir perbincangan dengan TPI, Marheni Berharap agar siswanya bisa melanjutkan ke perguruan tinggi baik perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta. “angkatan tahun lalu banyak yang melanjutkan ke perguruan tinggi, bahkan sudah ada yang di Wisuda dan siap kerja”, pungkas Marheni. (rvn).
Selasa, 12 Juli 2011
Rabu, 06 April 2011
Selasa, 05 April 2011
प्क्ब्म विद्या AKSARA
MENGINTIP LEBIH DEKAT PKBM WIDYA AKSARA TIGAWASA, BANJAR
“PRESTASI OKE TERIMA BANTUAN 5 BUAH LAPTOP”
Eda ngaden awak bisa, depang anake ngadanin, geginane buka nyampat,
ilang luhu buk katah, yadin ririh enu liu pelajahin………..
Lagu bali tersebut adalah salah satu inspirasi yang dipegang teguh oleh Ni Luh Ayu Marheni, S.Pd., dalam memimpin PKBM Widya Aksara Tigawasa. Betapa tidak, Marheni yang ditemui di sela-sela kesibukannya menjadi penyelenggara PKBM yang dulunya dirintis oleh suaminya (alm.) ini sangat antusias dan bertanggung jawab dalam membina warga belajar ke arah yang lebih baik lagi. Marheni selalu berasumsi bahwa segala sesuatu itu perlu proses dan belajar. “Tidak ada istilah terlambat untuk belajar”, ujarnya Kepala PKBM yang juga seorang guru olahraga tersebut. Diawal perbincangan dengan TPI (01/04), Marheni sempat menyampaikan bahwa salah satu warga belajarnya atas nama Kadek Agung Wiranjaya sudah mengharumkann nama PKBM melalui lomba siswa berprestasi.
Pengelola PKBM I Nyoman Artawan, SE yang ditemui TPI ketika serah terima bantuan laptop ini sangat bangga dengan prestasi yang diraih oleh salah satu siswa di PKBM Widya Aksara. Sebelumnya Prestasi yang diraih adalah juara 1 terbaik putra kategori pendidikan nonformal setara SMA dalam lomba siswa siswi berprestasi tingkat Kabupaten, dan Agung berhak menjadi duta Buleleng dalam lomba di tingkat provinsi. Tidak hanya sampai di sana saja, ternyata Agung juga berhasil mengharumkan sekolah dengan keberhasilannya meraih juara 1 siswa berprestasi kategori pendidikan nonformal setara SMA di tingkat provinsi yang diselenggarakan di Denpasar (25/03). Pada kesempatan itu Agung berhasil menyisihkan Lawannya dari Bangli yang mendapat peringkat 2. Agung juga akan menjadi duta Bali dalam lomba yang sama di tingkat nasional.
Menurut Artawan yang juga menjabat sebagai Penilik Paud di kecamatan Banjar prestasi yang diraih tersebut tidak semata-mata karena kepala PKBM saja, tetapi juga karena ada kerjasama yang baik antara pengelola, penyelenggara, tutor dan warga belajar. “meskipun warga belajar berasal dari tingkat menegah ke bawah tapi mereka antusias untuk belajar”, ujar Artawan. Artawan ketika memberikan pengarahan kepada warga belajar juga sempat mengatakan jika kejar paket sudah ada penyetaraan dengan SMP/SMA, sehingga tidak akan ada kesenjangan antara sekolah negeri dengan Kejar Paket lagi. Hal ini bisa dibuktikan ketika nanti warga belajar mencari perguruan tinggi.
Ditanya masalah kontribusi dari pengelola sendiri sudah memberikan bantuan berupa 5 buah laptop kepada PKBM Widya Aksara yang berasal dari dana ketrampilan, agar nantinya warga belajar bisa mengenal ICT. Sedangkan untuk gedung baru sudah ada anggaran dari dua tahun yang lalu, tapi lahan masih perlu dipertimbangakan (tanah tidak ada-red). Ditakutkan jika sudah ada gedung warga belajar yang tidak ada. Disinilah peran kita sebagai pengelola dan warga PKBM untuk tetap meningkatkan eksistensi diri menuju masa depan.
Di akhir perbincangan dengan TPI Marheni berharap agar apa yang sudah diraih oleh PKBM tetap dipertahankan dan ditingkatkan serta mampu menjadi motivasi warga belajar untuk berpacu berprestasi. Selain itu Artawanpun juga memiliki sebuah harapan agar selain program ketrampilan menganyam, PKBM punya usaha sendiri seperti misalnya pengumpulan hasil karya siswa untuk dipasarkan di dunia pasar. Semoga apa yang sudah diraih oleh PKBM Widya Aksara ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan lagi. (rvn)
“PRESTASI OKE TERIMA BANTUAN 5 BUAH LAPTOP”
Eda ngaden awak bisa, depang anake ngadanin, geginane buka nyampat,
ilang luhu buk katah, yadin ririh enu liu pelajahin………..
Lagu bali tersebut adalah salah satu inspirasi yang dipegang teguh oleh Ni Luh Ayu Marheni, S.Pd., dalam memimpin PKBM Widya Aksara Tigawasa. Betapa tidak, Marheni yang ditemui di sela-sela kesibukannya menjadi penyelenggara PKBM yang dulunya dirintis oleh suaminya (alm.) ini sangat antusias dan bertanggung jawab dalam membina warga belajar ke arah yang lebih baik lagi. Marheni selalu berasumsi bahwa segala sesuatu itu perlu proses dan belajar. “Tidak ada istilah terlambat untuk belajar”, ujarnya Kepala PKBM yang juga seorang guru olahraga tersebut. Diawal perbincangan dengan TPI (01/04), Marheni sempat menyampaikan bahwa salah satu warga belajarnya atas nama Kadek Agung Wiranjaya sudah mengharumkann nama PKBM melalui lomba siswa berprestasi.
Pengelola PKBM I Nyoman Artawan, SE yang ditemui TPI ketika serah terima bantuan laptop ini sangat bangga dengan prestasi yang diraih oleh salah satu siswa di PKBM Widya Aksara. Sebelumnya Prestasi yang diraih adalah juara 1 terbaik putra kategori pendidikan nonformal setara SMA dalam lomba siswa siswi berprestasi tingkat Kabupaten, dan Agung berhak menjadi duta Buleleng dalam lomba di tingkat provinsi. Tidak hanya sampai di sana saja, ternyata Agung juga berhasil mengharumkan sekolah dengan keberhasilannya meraih juara 1 siswa berprestasi kategori pendidikan nonformal setara SMA di tingkat provinsi yang diselenggarakan di Denpasar (25/03). Pada kesempatan itu Agung berhasil menyisihkan Lawannya dari Bangli yang mendapat peringkat 2. Agung juga akan menjadi duta Bali dalam lomba yang sama di tingkat nasional.
Menurut Artawan yang juga menjabat sebagai Penilik Paud di kecamatan Banjar prestasi yang diraih tersebut tidak semata-mata karena kepala PKBM saja, tetapi juga karena ada kerjasama yang baik antara pengelola, penyelenggara, tutor dan warga belajar. “meskipun warga belajar berasal dari tingkat menegah ke bawah tapi mereka antusias untuk belajar”, ujar Artawan. Artawan ketika memberikan pengarahan kepada warga belajar juga sempat mengatakan jika kejar paket sudah ada penyetaraan dengan SMP/SMA, sehingga tidak akan ada kesenjangan antara sekolah negeri dengan Kejar Paket lagi. Hal ini bisa dibuktikan ketika nanti warga belajar mencari perguruan tinggi.
Ditanya masalah kontribusi dari pengelola sendiri sudah memberikan bantuan berupa 5 buah laptop kepada PKBM Widya Aksara yang berasal dari dana ketrampilan, agar nantinya warga belajar bisa mengenal ICT. Sedangkan untuk gedung baru sudah ada anggaran dari dua tahun yang lalu, tapi lahan masih perlu dipertimbangakan (tanah tidak ada-red). Ditakutkan jika sudah ada gedung warga belajar yang tidak ada. Disinilah peran kita sebagai pengelola dan warga PKBM untuk tetap meningkatkan eksistensi diri menuju masa depan.
Di akhir perbincangan dengan TPI Marheni berharap agar apa yang sudah diraih oleh PKBM tetap dipertahankan dan ditingkatkan serta mampu menjadi motivasi warga belajar untuk berpacu berprestasi. Selain itu Artawanpun juga memiliki sebuah harapan agar selain program ketrampilan menganyam, PKBM punya usaha sendiri seperti misalnya pengumpulan hasil karya siswa untuk dipasarkan di dunia pasar. Semoga apa yang sudah diraih oleh PKBM Widya Aksara ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan lagi. (rvn)
Langganan:
Postingan (Atom)

