TIADA SUKSES TANPA USAHA DAN DOA, JIKA MAU SUKSES HARUS BERANI MENGAMBIL RESIKO.
Kamis, 13 Oktober 2011
MENGENANG SETAHUN KEPERGIAN AYAH
MENGENANG SETAHUN KEPERGIAN AYAH
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya. Akan sering merasa kangen sekali dengan Mama/Ibunya.
Lalu bagaimana dengan Papa/ayah?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu. Kemudian Mama bilang :
“Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya”.
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka.
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas :
“Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja….
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”. Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga. Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu. Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir. Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut. Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti. Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa….
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain. Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata:
“Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan. Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “utri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu…..
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya….
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….
Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….
Papa telah menyelesaikan tugasnya….
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal..
Jumat, 07 Oktober 2011
TIRTA YATRA PKBM WIDYA AKSARA BANJAR (Paket B,C Desa Tigawasa) Pura Segara Rupek, ujung barat pulau Bali
feature
TIRTA YATRA PKBM WIDYA AKSARA BANJAR (Paket B,C Desa Tigawasa)
Pura Segara Rupek, ujung barat pulau Bali
Tak banyak yang tahu, ujung terjauh Bali di bagian barat bukanlah di Gilimanuk, melainkan di Segara Rupek. Dalam peta Pulau Bali, lokasi Segara Rupek ini tepat berada di ujung hidung Pulau Bali. Ini termasuk wilayah Kabupaten Buleleng. Dari sinilah sesungguhnya jarak dekat antara Bali dengan Jawa dan di sinilah secara historis menurut sumber-sumber susastra-babad, kisah pemisahan Bali dengan Jawa dimulai, sehingga Bali menjadi satu pulau yang utuh dan unik.
Beberapa hari yang lalu (25/9) kami keluarga besar PKBM Widya Aksara Banjar Paket B (Melati Putih) dan C (Nusa Indah) desa Tigawasa bertirta yatra ke sebuah pura yang berada di ujung barat pulau Bali yaitu Pura Segara Rupek. Bagi kami, nama pura Segara Rupek baru pertama kali ini didengar. Meskipun sejak beberapa tahun lalu kami sudah mulai mengunjungi beberapa pura yang cukup terkenal di Bali bahkan yang berada di pulau Nusapenida dan Blambangan namun pura Segara Rupek belum pernah kami temui sebelumnya.
Pura Segara Rupek ini terletak di desa Sumber Klampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Pura ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Dari sini kami mengetahui jarak tempuh menuju Segara Rupek lebih jauh dari Gilimanuk. Selain karena ia terletak di dalam kawasan TNBB yang berupa hutan lindung sehingga tidak ada jalan aspal (butuh waktu sekitar ½-1jam dari jalan raya). Segara Rupek juga rupanya merupakan titik terdekat di Bali dari pulau Jawa. Oleh sebab itulah dari jalan menuju Segara Rupek kita akan dapat melihat pulau Jawa dengan jelas.
Berdasarkan sumber susastra maupun berdasarkan keyakinan spiritual, kami menemukan bahwa lokasi Segara Rupek sudah sepatutnya diperhatikan sekaligus di-upahayu. Yang ada sejauh ini masih kurang layak. Menurut lontar Babad Arya Bang Pinatih, Empu Sidi Mantra beryoga semadi memohon kerahayuan seisi jagat kehadapan Sang Hyang Siwa dan Sang Hyang Baruna Geni, Danghyang Sidimantra dititahkan untuk menggoreskan tongkat beliau tiga kali ke tanah, tepat di daerah ceking geting. Akibat goresan itu air laut pun terguncang, bergerak membelah bumi maka daratan Bali dan tanah Jawa yang semula satu itu pun terpisah oleh lautan, lautan itu dinamakan Selat Bali.
Guna lebih mempertebal rasa bakti sesuai dengan sumber susastra, dan ikut juga mayadnya ngastitiang kerahayuan jagat Bali, bahkan seluruh wilayah Indonesia maka, ngatahun awehana uti, nista, madya, utama ayu jawa pulina mwang banten bali pulina suci linggih dewa, paripurna nusantara. Artinya: setahun sekali dilakukan upacara pakelem, banten dirgayusa bumi, tawur gentuh pada hari Anggara Umanis, Wuku Uye.
Setelah selesai sembahyang dengan khusuk, kami melepas lelah sejenak di wantilan pura, seraya melihat pemandangan laut yang indah ditambah lagi pemandangan pulau Jawa yang sangat jelas terlihat dari Segara Rupek. Kemudian, setelah selama 2 jam melepas lelah, kami melanjutkan perjalanan tirta yatra ke Pura Pulaki, Pura Melanting, dan Pura Kerta Kawat. (rvn).
Selasa, 13 September 2011
SMP TERBUKA 1 BANJAR DUTA BALI “LOMOJARI” TINGKAT NASIONAL 2011
Menjadi sekolah yang popular dan berkualitas adalah idaman bagi setiap sekolah. Betapa tidak, SMP Terbuka 1 Banjar yang dikelola oleh Sekolah induk SMPN 3 Banjar ini berhasil menyisihkan lawannya di tingkat provinsi dalam lomba motivasi belajar mandiri (lomojari) dengan system cerdas cermat. Hal ini menyebabkan sekolah yang memiliki 116 siswa ini mampu melaju lebih jauh ke tingkat Nasional 12 September mendatang. Hal ini dibenarkan oleh kepala sekolah SMPN 3 Banjar I Nyoman Purnayasa, S.Pd., M.M. “Kami selaku sekolah induk merasa bangga memiliki siswa siswi binaan yang mampu bersaing di tingkat propinsi, meski berasal dari kampung”, ujar Purnayasa pada TPI (8/9).
SMP Terbuka yang meminjam lokasi belajar mengajar di SDN 2 Sidatapa ini, sudah mampu menunjukkan identitasnya sampai ke tingkat nasional. Siswa-siswi yang mampu mengharumkan nama Buleleng itu adalah Putu Sugiani yang lahir di Sidatapa 13 Februari 1997. Siswi kelas VIII ini bercita-cita jadi Guru melalui moto hidup belajar dengan giat. Selain itu, kiat-kiat belajar dari putri pasangan alm. Ketut Nurata dan Nyoman Kinis ini adalah dengan belajar kelompok dan pembinaan dari pembinanya. Lain lagi dengan rekannya yaitu Putu Sari Dewi yang juga bercita-cita menjadi guru. Dewi yang lahir di Sidatapa 28 September 1996 ini memiliki sifat yang pantang menyerah untuk cita-citanya. Selanjutnya, siswa atas nama Kadek Juliana yang bercita-cita menjadi dokter juga akan mewakili sekolah ke nasional. Juli yang lahir di Sidatapa 27 maret 1997 ini memiliki kiat belajar dengan mencari pengetahuan lewat media TV.
Menurut Purnayasa, siswa-siswi tersebut dibina oleh guru bina yang ada di sekolah induk dan tiga orang guru pamong yaitu Putu Budiartana, Ketut Suarda, S.Pd., dan I Kadek Budiarta, S.S. “Saya selaku kepala sekolah akan seefektif mungkin membina siswa. Ketika di provinsi siswa kami ada yang kurang, misalnya dalam bidang Matematika, maka kami akan mencarikan guru bina sesuai bidangnya hingga kekurangan itu bisa diantisipasi”, terang Purnayasa.
Putu Budiartana kemudian menambahkan, motivasi siswa ikut lomojari tersebut adalah selain menjadi pemenang juga ingin tahu bagaimana kondisi kota Jakarta dan sekitarnya. “Setidaknya kami akan tahu Jakarta”, tambah Budiartana. Selain prestasi teranyar kami yaitu go nasional, kami juga pernah menjadi juara III nasional untuk lomba keterampilan 2010. “Jebolan dari SMP Terbuka kami juga tidak bisa dipandang remeh karena dari awal berdiri tahun 1992, 14 orang alumni kami sudah berhasil menjadi PNS di tingkat SD/SMP, dan ada juga siswa tamatan tahun 2000 kami berhasil di bidang bahasa Inggris, bahkan mampu kerja di kapal pesiar”, tegas Budiartana.
Diakhir perbincangan dengan TPI, Purnayasa berharap agar ke depannya tidak ada yang putus sekolah terkait dengan kendala geografis dan ekonomi, dan keterampilan siswa SMP Terbuka 1 Banjar bisa dioptimalkan melalui dana block green yang dianggarkan tiap tahunnya oleh pemerintah. “dan tentunya kami sangat berharap agar siswa kami yang akan berlaga ke tingkat nasional mampu membawa nama baik Bali pada umumnya dan sekolah pada khususnya”, tambah Purnayasa. Selain itu Budiartana menambahkan harapan kepala sekolah yaitu terkait masalah sarana dan prasarana sekolah. “kami sangat mengharapkan bantuan berupa tempat modul, mengingat kami masih dalam kondisi menumpang tempat, selain itu kami juga berharap agar ke depannya ada bantuan berupa gedung/ruang kelas agar pembelajaran lebih optimal”, pungkas Budiartana. (rvn)
Selasa, 23 Agustus 2011
Ni Putu Ayu Hervina Sanjayanti, S.Pd DUTA BALI TUTOR KESETARAAN PAKET C BERPRESTASI TINGKAT NASIONAL 2011 “TEMPATKAN DIRI PADA ZONE KRITIS”
Ni Putu Ayu Hervina Sanjayanti, S.Pd
DUTA BALI TUTOR KESETARAAN PAKET C BERPRESTASI TINGKAT NASIONAL 2011
“TEMPATKAN DIRI PADA ZONE KRITIS”
Menjadi duta Bali ke tingkat Nasional kini bukan hanya impian bagi seorang gadis yang bernama lengkap Ni Putu Ayu Hervina Sanjayanti, S.Pd. Betapa tidak, pada tanggal 12-18 Agustus 2011 Alumni mahasiswa jurusan pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) ini menjadi duta Bali pada pemilihan tutor kesetaraan paket C berprestasi tingkat nasional 2011. Di sela-sela perlombaan, Gadis yang berasal dari sebuah desa Bali Aga Tigawasa Banjar ini juga sempat berkunjung ke gedung DPR RI dan menghadiri undangan dari Presiden SBY untuk mengikuti upacara peringatan proklamasi (17/08). Tutor Paket C PKBM Widya Aksara ini berhasil meraih lima besar pada lomba tersebut. “Momen ini adalah momen yang berharga dalam perjalanan sejarah hidup saya yang tak kan bisa diputar lagi oleh mesin waktu secanggih apapun, dan saya sangat berterimakasih kepada keluarga, sahabat, camat dan UPP Banjar, PKBM, disdik kabupaten dan propinsi, dan TPI atas motivasinya”, ujar gadis yang akrab disapa Hervina ini (22/08).
Putri pasangan I Putu Miasa, S.Pd (alm) dan Ni Luh Ayu Marheni, S.Pd. SD, ini memiliki hobby menulis dan menonton film metafisika, serta menyenangi. Kiat-kiat yang dipegang teguh oleh gadis kelahiran Tigawasa, 11 Oktober 1989 ini adalah selalu berusaha dan berdoa, bersyukur atas apa yang dimiliki, tuangkan ide-ide kreatif pada sebuah tulisan, serta selalu berpikir positif karena mestakung (semesta mendukung). “Mestakung merupakan hukum alam dimana ketika suatu individu atau kelompok berada pada kondisi kritis maka semesta (dalam hal ini sel-sel tubuh, lingkungan dan segala sesuatu disekitar dia) akan mendukung untuk dia keluar dari kondisi kritis”, tegas Hervina.
Tutor program kesetaraan paket C yang mengajar bidang study IPA dan Sosiolog ini selama mengikuti kuliah termasuk mahasiswa yang aktif dalam mengikuti organisasi kemahasiswaan, seperti pernah menjadi sekretaris bidang penalaran dan keilmuan HMJ pendidikan Fisika, kordinator bidang jurnalistik HMJ pendidikan Fisika, pemimpin redaksi mading dan koran pendidikan Fisika (atom), pemimpin redaksi majalah KMHD YBV Undiksha (Windhu), editor majalah PERS VISI, dan pernah menjadi asisten dosen untuk mata kuliah Astronomi dan Statistika.
Sederetan prestasi pun cukup mendukung Hervina untuk melangkah ke tingkat nasional. Diantaranya adalah mengikuti pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan karya tulis, juara I penulisan karya tulis ilmiah tingkat jurusan, juara II Lomba Koran kampus, juara III Lomba mading dan jurnalistik, juara III lomba menulis resensi buku tingkat provinsi, harapan I Lomba menulis artikel tingkat provinsi, mendapatkan beasiswa PPA dan pemuda olahraga selama 3 tahun (ketika kuliah S1), dan peringkat pertama pemilihan tutor paket C tingkat provinsi.
Mahasiswa yang baru melanjutkan kuliah di Pasca Sarjana (S2) Undiksha program pendidikan Sains ini bercita-cita menjadi seorang Dosen Fisika yang sukses. Selain itu Hervina juga memiliki motto hidup yang cukup unik yaitu Sukses adalah 1% Inspirasi, 49% Keringat & 50% DOA. “saya merasa kesuksesan saya juga tidak terlepas dari anugrah Hyang Widhi, motivasi Ayah yang sudah jauh disana, Ibu dan adik-adik, serta orang-orang yang menyayangi saya. Semua motivasi itu seperti beresonansi dalam denyut nadi saya”, terang Hervina.
Diakhir perbincangan dengan TPI, Hervina berharap agar bisa melanjutkan jejak Ayahnya yang pantang menyerah dalam menjalani segala hal, dan selain itu Hervina juga berharap agar pemerintah dan masyarakat tidak memandang sebelah mata pendidikan non formal, karena bagaimanapun pendidikan non formal saat ini sudah menjadi program kesetaraan. “Apalagi saat ini ada warga belajar kami yang akan mewakili Bali ke tingkat nasional”, pungkas Hervina. (win)
DUTA BALI TUTOR KESETARAAN PAKET C BERPRESTASI TINGKAT NASIONAL 2011
“TEMPATKAN DIRI PADA ZONE KRITIS”
Menjadi duta Bali ke tingkat Nasional kini bukan hanya impian bagi seorang gadis yang bernama lengkap Ni Putu Ayu Hervina Sanjayanti, S.Pd. Betapa tidak, pada tanggal 12-18 Agustus 2011 Alumni mahasiswa jurusan pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) ini menjadi duta Bali pada pemilihan tutor kesetaraan paket C berprestasi tingkat nasional 2011. Di sela-sela perlombaan, Gadis yang berasal dari sebuah desa Bali Aga Tigawasa Banjar ini juga sempat berkunjung ke gedung DPR RI dan menghadiri undangan dari Presiden SBY untuk mengikuti upacara peringatan proklamasi (17/08). Tutor Paket C PKBM Widya Aksara ini berhasil meraih lima besar pada lomba tersebut. “Momen ini adalah momen yang berharga dalam perjalanan sejarah hidup saya yang tak kan bisa diputar lagi oleh mesin waktu secanggih apapun, dan saya sangat berterimakasih kepada keluarga, sahabat, camat dan UPP Banjar, PKBM, disdik kabupaten dan propinsi, dan TPI atas motivasinya”, ujar gadis yang akrab disapa Hervina ini (22/08).
Putri pasangan I Putu Miasa, S.Pd (alm) dan Ni Luh Ayu Marheni, S.Pd. SD, ini memiliki hobby menulis dan menonton film metafisika, serta menyenangi. Kiat-kiat yang dipegang teguh oleh gadis kelahiran Tigawasa, 11 Oktober 1989 ini adalah selalu berusaha dan berdoa, bersyukur atas apa yang dimiliki, tuangkan ide-ide kreatif pada sebuah tulisan, serta selalu berpikir positif karena mestakung (semesta mendukung). “Mestakung merupakan hukum alam dimana ketika suatu individu atau kelompok berada pada kondisi kritis maka semesta (dalam hal ini sel-sel tubuh, lingkungan dan segala sesuatu disekitar dia) akan mendukung untuk dia keluar dari kondisi kritis”, tegas Hervina.
Tutor program kesetaraan paket C yang mengajar bidang study IPA dan Sosiolog ini selama mengikuti kuliah termasuk mahasiswa yang aktif dalam mengikuti organisasi kemahasiswaan, seperti pernah menjadi sekretaris bidang penalaran dan keilmuan HMJ pendidikan Fisika, kordinator bidang jurnalistik HMJ pendidikan Fisika, pemimpin redaksi mading dan koran pendidikan Fisika (atom), pemimpin redaksi majalah KMHD YBV Undiksha (Windhu), editor majalah PERS VISI, dan pernah menjadi asisten dosen untuk mata kuliah Astronomi dan Statistika.
Sederetan prestasi pun cukup mendukung Hervina untuk melangkah ke tingkat nasional. Diantaranya adalah mengikuti pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan karya tulis, juara I penulisan karya tulis ilmiah tingkat jurusan, juara II Lomba Koran kampus, juara III Lomba mading dan jurnalistik, juara III lomba menulis resensi buku tingkat provinsi, harapan I Lomba menulis artikel tingkat provinsi, mendapatkan beasiswa PPA dan pemuda olahraga selama 3 tahun (ketika kuliah S1), dan peringkat pertama pemilihan tutor paket C tingkat provinsi.
Mahasiswa yang baru melanjutkan kuliah di Pasca Sarjana (S2) Undiksha program pendidikan Sains ini bercita-cita menjadi seorang Dosen Fisika yang sukses. Selain itu Hervina juga memiliki motto hidup yang cukup unik yaitu Sukses adalah 1% Inspirasi, 49% Keringat & 50% DOA. “saya merasa kesuksesan saya juga tidak terlepas dari anugrah Hyang Widhi, motivasi Ayah yang sudah jauh disana, Ibu dan adik-adik, serta orang-orang yang menyayangi saya. Semua motivasi itu seperti beresonansi dalam denyut nadi saya”, terang Hervina.
Diakhir perbincangan dengan TPI, Hervina berharap agar bisa melanjutkan jejak Ayahnya yang pantang menyerah dalam menjalani segala hal, dan selain itu Hervina juga berharap agar pemerintah dan masyarakat tidak memandang sebelah mata pendidikan non formal, karena bagaimanapun pendidikan non formal saat ini sudah menjadi program kesetaraan. “Apalagi saat ini ada warga belajar kami yang akan mewakili Bali ke tingkat nasional”, pungkas Hervina. (win)
Sabtu, 23 Juli 2011
un paket c
UJIAN NASIONAL PAKET C NUSA INDAH TIGAWASA, KECAMATAN BANJAR
LANCAR, TERTIB, DAN TARGET 100% LULUS
Sama halnya dengan Sekolah formal, sekolah nonformal khususnya program kesetaraan SMA paket C juga melaksanakan ujian nasional (UN) yang serentak dilaksanakan mulai tanggal 19-22 Juli 2011. Seperti Paket C Nusa Indah Desa Tigawasa dibawah naungan PKBM Widya aksara Banjar melaksanakan UN dengan tertib dan lancar. Ditemui diruang kerjanya oleh TPI (19/7), Ni Luh Ayu Marheni selaku penyelenggara (kepala sekolah) paket C mengatakan peserta UN di sekolahya sebanyak 22 orang yang terbagi menjadi dua ruangan (tiap ruang 11 orang). “mata pelajaran yang di UN kan adalah PKN, Bahasa Inggris, Sosiologi, Geografi, Bahasa Indonesia, Ekonomi, dan matematika”, ungkap Marheni.
Pada kesempatan yang sama, pengelola PKBM Nyoman Hartawan, S.E., sekaligus sebagai penilik paud UPP Banjar yang memonitoring UN juga sempat mengatakan kriteria kelulusan UN sama dengan sekolah formal dimana 60% nilai UN dan 40% nilai rapot. “saya selaku pengelola berharap agar siswa kami lulus 100%, dan bisa diterima di perguruan tinggi, mengingat program ini adalah program kesetaraan”, ujar Hartawan.
Ditanya terkait pengawas, Marheni mengatakan pengawas berasal dari sekolah setempat, dan tim monitoring berasal dari kecamatan, dinas pendidikan kabupaten dan provinsi. Menurut Marheni, selain berasal dari sekolah setempat, peserta juga berasal dari daerah lain seperti dari Seririt. “Kami sudah menyiapkan UN sedini mungkin agar bisa mencapai target kelulusan 100%, selain itu kami juga sudah melaksanakan pemantapan pada masing-masing mata pelajaran”, terang Marheni.
Diakhir perbincangan dengan TPI, Marheni Berharap agar siswanya bisa melanjutkan ke perguruan tinggi baik perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta. “angkatan tahun lalu banyak yang melanjutkan ke perguruan tinggi, bahkan sudah ada yang di Wisuda dan siap kerja”, pungkas Marheni. (rvn).
LANCAR, TERTIB, DAN TARGET 100% LULUS
Sama halnya dengan Sekolah formal, sekolah nonformal khususnya program kesetaraan SMA paket C juga melaksanakan ujian nasional (UN) yang serentak dilaksanakan mulai tanggal 19-22 Juli 2011. Seperti Paket C Nusa Indah Desa Tigawasa dibawah naungan PKBM Widya aksara Banjar melaksanakan UN dengan tertib dan lancar. Ditemui diruang kerjanya oleh TPI (19/7), Ni Luh Ayu Marheni selaku penyelenggara (kepala sekolah) paket C mengatakan peserta UN di sekolahya sebanyak 22 orang yang terbagi menjadi dua ruangan (tiap ruang 11 orang). “mata pelajaran yang di UN kan adalah PKN, Bahasa Inggris, Sosiologi, Geografi, Bahasa Indonesia, Ekonomi, dan matematika”, ungkap Marheni.
Pada kesempatan yang sama, pengelola PKBM Nyoman Hartawan, S.E., sekaligus sebagai penilik paud UPP Banjar yang memonitoring UN juga sempat mengatakan kriteria kelulusan UN sama dengan sekolah formal dimana 60% nilai UN dan 40% nilai rapot. “saya selaku pengelola berharap agar siswa kami lulus 100%, dan bisa diterima di perguruan tinggi, mengingat program ini adalah program kesetaraan”, ujar Hartawan.
Ditanya terkait pengawas, Marheni mengatakan pengawas berasal dari sekolah setempat, dan tim monitoring berasal dari kecamatan, dinas pendidikan kabupaten dan provinsi. Menurut Marheni, selain berasal dari sekolah setempat, peserta juga berasal dari daerah lain seperti dari Seririt. “Kami sudah menyiapkan UN sedini mungkin agar bisa mencapai target kelulusan 100%, selain itu kami juga sudah melaksanakan pemantapan pada masing-masing mata pelajaran”, terang Marheni.
Diakhir perbincangan dengan TPI, Marheni Berharap agar siswanya bisa melanjutkan ke perguruan tinggi baik perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta. “angkatan tahun lalu banyak yang melanjutkan ke perguruan tinggi, bahkan sudah ada yang di Wisuda dan siap kerja”, pungkas Marheni. (rvn).
Selasa, 12 Juli 2011
Langganan:
Postingan (Atom)

