Sabtu, 23 Juli 2011

un paket c

UJIAN NASIONAL PAKET C NUSA INDAH TIGAWASA, KECAMATAN BANJAR
LANCAR, TERTIB, DAN TARGET 100% LULUS

Sama halnya dengan Sekolah formal, sekolah nonformal khususnya program kesetaraan SMA paket C juga melaksanakan ujian nasional (UN) yang serentak dilaksanakan mulai tanggal 19-22 Juli 2011. Seperti Paket C Nusa Indah Desa Tigawasa dibawah naungan PKBM Widya aksara Banjar melaksanakan UN dengan tertib dan lancar. Ditemui diruang kerjanya oleh TPI (19/7), Ni Luh Ayu Marheni selaku penyelenggara (kepala sekolah) paket C mengatakan peserta UN di sekolahya sebanyak 22 orang yang terbagi menjadi dua ruangan (tiap ruang 11 orang). “mata pelajaran yang di UN kan adalah PKN, Bahasa Inggris, Sosiologi, Geografi, Bahasa Indonesia, Ekonomi, dan matematika”, ungkap Marheni.
Pada kesempatan yang sama, pengelola PKBM Nyoman Hartawan, S.E., sekaligus sebagai penilik paud UPP Banjar yang memonitoring UN juga sempat mengatakan kriteria kelulusan UN sama dengan sekolah formal dimana 60% nilai UN dan 40% nilai rapot. “saya selaku pengelola berharap agar siswa kami lulus 100%, dan bisa diterima di perguruan tinggi, mengingat program ini adalah program kesetaraan”, ujar Hartawan.
Ditanya terkait pengawas, Marheni mengatakan pengawas berasal dari sekolah setempat, dan tim monitoring berasal dari kecamatan, dinas pendidikan kabupaten dan provinsi. Menurut Marheni, selain berasal dari sekolah setempat, peserta juga berasal dari daerah lain seperti dari Seririt. “Kami sudah menyiapkan UN sedini mungkin agar bisa mencapai target kelulusan 100%, selain itu kami juga sudah melaksanakan pemantapan pada masing-masing mata pelajaran”, terang Marheni.
Diakhir perbincangan dengan TPI, Marheni Berharap agar siswanya bisa melanjutkan ke perguruan tinggi baik perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta. “angkatan tahun lalu banyak yang melanjutkan ke perguruan tinggi, bahkan sudah ada yang di Wisuda dan siap kerja”, pungkas Marheni. (rvn).

Selasa, 12 Juli 2011

Rabu, 06 April 2011

Selasa, 05 April 2011

प्क्ब्म विद्या AKSARA

MENGINTIP LEBIH DEKAT PKBM WIDYA AKSARA TIGAWASA, BANJAR
“PRESTASI OKE TERIMA BANTUAN 5 BUAH LAPTOP”

Eda ngaden awak bisa, depang anake ngadanin, geginane buka nyampat,
ilang luhu buk katah, yadin ririh enu liu pelajahin………..

Lagu bali tersebut adalah salah satu inspirasi yang dipegang teguh oleh Ni Luh Ayu Marheni, S.Pd., dalam memimpin PKBM Widya Aksara Tigawasa. Betapa tidak, Marheni yang ditemui di sela-sela kesibukannya menjadi penyelenggara PKBM yang dulunya dirintis oleh suaminya (alm.) ini sangat antusias dan bertanggung jawab dalam membina warga belajar ke arah yang lebih baik lagi. Marheni selalu berasumsi bahwa segala sesuatu itu perlu proses dan belajar. “Tidak ada istilah terlambat untuk belajar”, ujarnya Kepala PKBM yang juga seorang guru olahraga tersebut. Diawal perbincangan dengan TPI (01/04), Marheni sempat menyampaikan bahwa salah satu warga belajarnya atas nama Kadek Agung Wiranjaya sudah mengharumkann nama PKBM melalui lomba siswa berprestasi.
Pengelola PKBM I Nyoman Artawan, SE yang ditemui TPI ketika serah terima bantuan laptop ini sangat bangga dengan prestasi yang diraih oleh salah satu siswa di PKBM Widya Aksara. Sebelumnya Prestasi yang diraih adalah juara 1 terbaik putra kategori pendidikan nonformal setara SMA dalam lomba siswa siswi berprestasi tingkat Kabupaten, dan Agung berhak menjadi duta Buleleng dalam lomba di tingkat provinsi. Tidak hanya sampai di sana saja, ternyata Agung juga berhasil mengharumkan sekolah dengan keberhasilannya meraih juara 1 siswa berprestasi kategori pendidikan nonformal setara SMA di tingkat provinsi yang diselenggarakan di Denpasar (25/03). Pada kesempatan itu Agung berhasil menyisihkan Lawannya dari Bangli yang mendapat peringkat 2. Agung juga akan menjadi duta Bali dalam lomba yang sama di tingkat nasional.
Menurut Artawan yang juga menjabat sebagai Penilik Paud di kecamatan Banjar prestasi yang diraih tersebut tidak semata-mata karena kepala PKBM saja, tetapi juga karena ada kerjasama yang baik antara pengelola, penyelenggara, tutor dan warga belajar. “meskipun warga belajar berasal dari tingkat menegah ke bawah tapi mereka antusias untuk belajar”, ujar Artawan. Artawan ketika memberikan pengarahan kepada warga belajar juga sempat mengatakan jika kejar paket sudah ada penyetaraan dengan SMP/SMA, sehingga tidak akan ada kesenjangan antara sekolah negeri dengan Kejar Paket lagi. Hal ini bisa dibuktikan ketika nanti warga belajar mencari perguruan tinggi.
Ditanya masalah kontribusi dari pengelola sendiri sudah memberikan bantuan berupa 5 buah laptop kepada PKBM Widya Aksara yang berasal dari dana ketrampilan, agar nantinya warga belajar bisa mengenal ICT. Sedangkan untuk gedung baru sudah ada anggaran dari dua tahun yang lalu, tapi lahan masih perlu dipertimbangakan (tanah tidak ada-red). Ditakutkan jika sudah ada gedung warga belajar yang tidak ada. Disinilah peran kita sebagai pengelola dan warga PKBM untuk tetap meningkatkan eksistensi diri menuju masa depan.
Di akhir perbincangan dengan TPI Marheni berharap agar apa yang sudah diraih oleh PKBM tetap dipertahankan dan ditingkatkan serta mampu menjadi motivasi warga belajar untuk berpacu berprestasi. Selain itu Artawanpun juga memiliki sebuah harapan agar selain program ketrampilan menganyam, PKBM punya usaha sendiri seperti misalnya pengumpulan hasil karya siswa untuk dipasarkan di dunia pasar. Semoga apa yang sudah diraih oleh PKBM Widya Aksara ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan lagi. (rvn)

Selasa, 09 November 2010

Ayah…
Kepadanya tanganku menadah
Didadanya kulepaskan segala gundah
Ayah tak pernah lelah
Dan selalu mengalah
Walau anaknya kerap bikin susah


Ayah…
Ada dan tiada kau selalu kucinta
Kepada tuhan kuhaturkan Do’a
Semoga ayah selalu bahagia
Dimanapun raga dan jiwamu berada


Ayah…
Kurindukan hadirmu disisiku
Walaupun kini kita tak mampu bersua
Namun ayah selalu dihati…
Ayah…
Kepadanya tanganku menadah
Didadanya kulepaskan segala gundah
Ayah tak pernah lelah
Dan selalu mengalah
Walau anaknya kerap bikin susah


Ayah…
Ada dan tiada kau selalu kucinta
Kepada tuhan kuhaturkan Do’a
Semoga ayah selalu bahagia
Dimanapun raga dan jiwamu berada


Ayah…
Kurindukan hadirmu disisiku
Walaupun kini kita tak mampu bersua
Namun ayah selalu dihati…

Kamis, 17 Juni 2010

मेंकारी तुबुह ayah

dari pintu yang kuak setengah
ibu melambaikan tangan
sambil tertunduk memasrahkan biji-biji
air mata pada lantai
air mata itulah yang tumbuh jadi laut
seluruh pantainya adalah muara
suatu waktu, ayahmu kembali
dibawa oleh sungai
aku akan menerimanya meski
telah menjadi daun kering
atau sampah
atau apa pun,
katanya padaku
aku berenang berhari-hari
tetapi laut itu sungguh luas
dan setiap pulau yang kudatangi
tak menyimpan tubuh ayahku
aku juga memanjat punggung-punggung gunung
tetapi setiap tangga menuju arah yang salah
ibu tetap menunggu di atas doa-doa
dan uban-ubannya rontok satu-satu
menjadi kayu bakar
yang memanaskan tungku tanah liat
agar kami tetap kuat