TIADA SUKSES TANPA USAHA DAN DOA, JIKA MAU SUKSES HARUS BERANI MENGAMBIL RESIKO.
Jumat, 23 November 2012
PKBM WIDYA AKSARA BANJAR PAKET B C TIGAWASA FACT FINDING SELEKSI PEMUDA PELOPOR PENDIDIKAN, “BERJUANG DEMI KALIAN”
BIODATA CALON PEMUDA PELOPOR PENDIDIKAN
BIODATA CALON PEMUDA PELOPOR PENDIDIKAN
Oleh:
Ni Putu Ayu Hervina Sanjayanti, S.Pd.
Nama :Ni Putu Ayu Hervina Sanjayanti
Nama Panggilan :Hervina/Ayu
Alamat email :ngelenengfisika@gmail.com
:sanjayantihervina@gmail.com
FB/Twetter Ayu Hervina Sanjayanti / @Sanjayanti
Alamat kos :Jalan Srikandi gang Wani no 9 Singaraja
Jenis Kelamin :Perempuan
Tempat/Tanggal Lahir :Tigawasa, 11 Oktober 1989
Zodiak : Libra
Hobby :Menulis
Hal yang dibenci :Penghianatan
Makanan Favorit :Bakso vegetarian
Minuman Favorit :Jus Alpukat
Tokoh Favorit :Ida Sang Hyang Widhi Wasa
Cita-cita :Menjadi Dosen yang Profesional yang aktif dalam bidang jurnalistik dan spiritual
Motto Hidup :Tiada Sukses Tanpa Usaha dan Doa
Kesan & Pesan :Jangan pernah bertanya apa yang bisa lembaga berikan pada kita, tetapi bertanyalah apa yang akan bisa kita berikan pada lembaga
Riwayat Pendidikan
SD : SD Negeri 1 Tigawasa (1995-2001)
SMP : SMP Negeri 3 Banjar (2001-2004)
SMA : SMA Negeri 1 Singaraja (2004-2007)
PT : 1. Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA Undiksha/S1 (2007-2011)
2. Prodi Sains Pasca Sarjana Undiksha/S2 (2011-sekarang)
Pengalaman dalam Berorganisasai
1. Ketua Kelas dari kelas I s/d VI SD
2. Sekretaris kelas dari kelas VII s/d IX SMP
3. Sekretaris kelas di kelas XIIA 3 SMA
4. Anggota KMHD YBV Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja (2007/2008)
5. Anggota Bidang I Penalaran dan Keilmuan HMJ Pendidikan Fisika (2007/2008)
6. Anggota UKM VISI Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja (2007/2008)
7. Koordinator Mading HMJ Pendidikan Fisika 2008
8. Bendahara Official Team HMJ Pendidikan Fisika 2008
9. Sekretasis bidang Pers KMHD YBV Undiksha (2008/2009)
10. Anggota Bidang I KMHDI Cabang Buleleng (2009/2010)
11. Sekretaris bidang Olimpiade Fisika HMJ Pend. Fisika (HUT Fisika 2008)
12. Sekretaris Panitia Pelatihan Kepemimpinan KMHD YBV Undiksha 2008
13. Sekretaris Bidang I HMJ Pendidikan Fisika 2009
14. Bendahara Panitia Pelatihan Kepemimpinan HMJ Pendidikan Fisika 2009
15. Sekretaris Panitia Tirtayatra KMHD YBV Undiksha 2009
16. Pemimpin Redaksi Majalah Windu KMHD YBV Undiksha 2009
17. Pemimpin Redaksi Majalah Atom Jurdik Fisika (2008/2009)
18. Editorial di majalah VISI (UKM PERS Mahasiswa VISI) 2009
19. Tim Peliputan di Tabloid Pendidikan Indonesia (2010-2011)
20. Pernah menjadi asdos mata kuliah Ilmu Perbintangan dan Antariksa (IPBA) 2010/2011
21. Tutor/Pengajar di PKBM Widya Aksara Tigawasa (2005-sekarang)
22. Sidang Redaksi Tabloid Pendidikan (2012-sekarang)
Karya Tulis / tulisan yang Pernah dibuat:
1. Pelatihan Karya Tulis ”Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat melalui Koperasi Dengan Pola Rembug Desa Adat“Sangkep Desa Adat” (Studi Kasus pada KUD Sidemen dan Selat di Kabupaten Karangasem), 2007.
2. Pelatihan Karya Tulis ”Kebudayaan Orang Bali Aga “Desa Tigawasa” dalam Membuat Anyaman Bambu Berpola “Bedeg Semeri”, 2008.
3. KPKM Bidang Kesra ”Pelaksanaan SBI (Sekolah Bertaraf Internasional) dan Kontradiksinya terhadap Penyelenggaraan Pendidikan, 2008.
4. KKTM Bidang IPS “Tradisi Kerajinan Anyaman Bambu dengan Pola “Bedeg Semeri” sebagai Salah Satu Upaya untuk Meningkatkan Taraf Sosial Masyarakat Desa Tigawasa, Banjar, Buleleng”, 2008.
5. PKMM “Pelatihan Pembuatan Kerajinan dari Eceng Gondok (Eichornia Crassipes) sebagai Upaya Peningkatan Perekonomian Masyarakat Buyan, Di Desa Pancasari, Buleleng”, 2008
6. Menulis artikel pada majalah KMHD (Windu), Atom (majalah Fisika), VISI Undiksha, dan WBW Undiksha, Tabloid Pendidikan Indonesia
Prestasi yang pernah diraih:
1. Juara I dari kelas 1 – 6 SD
2. Juara 2 Lomba Baca Cepat tingkat SD
3. Juara 1 Lomba Menyalin Aksara Bali tingkat SD (2x berturut-turut)
4. Juara 1 Lomba Baca Puisi tingkat SD
5. Juara 3 Lomba Siswa Berprestasi Bidang IPS dan Budipekerti SD
6. Peserta Lomba Menyalin Aksara Bali tingkat SMP Se Buleleng
7. Juara 2 lomba Koran Kampus
8. Juara 3 lomba MADING se-Undiksha (FIS) 2007
9. Juara 3 lomba MADING se-Undiksha (KMHD) 2008
10. Penerima beasiswa Pemuda dan Olahraga pada semester III Undiksha
11. Penerima beasiswa Peningkatan Prestasi Ekstrakurikuler semester IV Undiksha
12. Penerima beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) dari semester III sampai dengan semester VIII Undiksha
13. Peserta lomba menulis cerpen tingkat Umum yang diadakan Balai Bahasa Denpasar 2008
14. Peringkat III Resensi buku pada Kompetisi Jurnalistik se Bali oleh Pondok Baca A dan Komunitas Jejak.
15. Peringkat VII Esai pada Kompetisi Jurnalistik se Bali oleh Pondok Baca A dan Komunitas Jejak.
16. Peringkat VIII Berita Kisah pada Kompetisi Jurnalistik se Bali oleh Pondok Baca A dan Komunitas Jejak.
17. Harapan I Menulis artikel pada Kompetisi Jurnalistik se Bali oleh Pondok Baca A dan Komunitas Jejak.
18. Harapan I kategori lembaga pada Kompetisi Jurnalistik se Bali oleh Pondok Baca A dan Komunitas Jejak.
19. Peserta mading expo FIS 2009
20. Pembimbing siswa berprestasi kategori pendidikan nonformal 2011
21. Juara I Seleksi Tutor Paket C Tingkat Provinsi 2011
22. Duta Bali dalam lomba tutor kesetaraan berprestasi tingkat nasional 2011
23. Juara I Seleksi Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi 2012
Jumat, 07 September 2012
DESA TIGAWASA KECAMATAN BANJAR LIBURAN SEKOLAH CARI NAFKAH “NGEPIK CENGKEH PUN JADI”
Musim cengkeh tahun 2012 kali ini membawa angin segar bagi setiap orang, tidak terkecuali untuk anak sekolahan. Di Desa Tigawasa Kecamatan Banjar, musim cengkeh sangat dinanti-nanti oleh anak sekolahan, karena dapat dijadikan ajang menambah uang saku dan membantu meringankan beban orang tua mereka. Anak-anak sekolah tersebut sangat antusias mengikiuti kegiatan positif tersebut. Musim cengkeh kali ini sangat berbeda, karena tahun ini panen cengkeh lebih meningkat dari sebelumnya. Selain itu, musim cengkeh tahun ini bertepatan dengan liburan semesteran dan juga libur hari raya (Galungan dan Kuningan).
Ditemui di tempat memetik cengkeh pada kamis (06/09), seorang siswa kelas X Paket C Tigawasa PKBM Widya Akasara Banjar Ni Kadek Riska Deviani mengaku bahwa dirinya senang kerja mengepik cengkeh. “Saya suka mengisi waktu liburan sekolah dengan mengepik cengkeh, karena disamping dapat menambah uang saku juga dapat bertemu teman-teman satu sekolah yang juga ikut kerja di sisi”, ujar Riska. Hal yang senada juga disampaikan oleh Agung Wiranjaya siswa kelas XII Paket C Tigawasa PKBM Widya Akasara Banjar. Agung mengaku mendapat upah yang lumayan ketika memetik cengkeh. “Biasanya saya dapat Rp. 80.000,00 per hari”, tegas Agung.
Menurut salah seeorang pemilik kebun cengkeh yang akrab disapa Berjit ini bahwa untuk pemetik cengkeh di atas (pakai bangul/tangga) mendapat upah dari Rp. 75.000,00 – 80.000 per hari. Sedangkan untuk pemetik cengkeh yang di bawah atau yang lebih dikenal dengan munuh cengkeh mendapatkan upah Rp. 40.000,00 perhari. Berbeda dengan pengepik cengkeh yang mendapatkan upah Rp. 1.250,00 per kg. “Biasanya untuk pengepik cengkeh bisa mengepik cengkeh mulai dari 15 kg-30 kg per harinya”, tegas Berjit
Ditemui ditempat yang terpisah oleh TPI, penyelenggara Paket B dan C Tigawasa PKBM Widya Akasara Banjar Ni Luh Ayu Marheni, S.Pd.SD., mengatakan sangat setuju dengan kegiatan positif yang dilakukan oleh anak didiknya di PKBM. “Saya selaku penyelenggara sangat menyambut positif kegiatan memetik cengkeh tersebut, tetapi pesan saya adalah kalau sudah selesai libur agar masuk sekolah seperti biasa karena mengingat UTS sudah dihadapan mata”, ujar Marheni seraya tersenyum.
Rabu, 11 Juli 2012
DESA TIGAWASA KECAMATAN BANJAR, KERJASAMA DENGAN PKBM WIDYA AKSARA DAN SALON KENCANA DEWI “Tampil Cantik dan Menarik”
PKBM WIDYA AKSARA BANJAR PAKET B DAN C TIGAWASA SAMBUT KUNJUNGAN TIM PROVINSI, CHEERLEADERSPUN BERAKSI
Kamis, 15 Maret 2012
DESA TIGAWASA GELAR ACARA PASRAMAN REMAJA JUNJUNG TINGGI BUDAYA LOKAL
Kuatnya pengaruh dunia media, khususnya media televisi di kalangan remaja begitu kuat mencekoki kebiaasaan remaja dewasa ini. Sajian hiburan televisi cenderung membuat mereka apatis terhadap warisan budaya lokal. Hal ini ditambah dengan rasa sayang berlebihan orang tua membiarkan remaja bersikap malas dan konsumtif. Menyikapi hal tersebut kehadiran Pasraman di tiap Desa Pakraman cukup efektif memberi pembelajaran guna merebut hati remaja peduli dan paham akan nilai warisan budaya lokal. Seperti halnya yang dilaksanakan oleh sebuah desa bali aga di kecamatan Banjar yaitu Desa Tigawasa. Desa Tigawasa melaksanakan pasraman remaja selama 2 bulan yang pembukaanya dilaksanakan pada senin (2/1). Kegiatan ini diketuai oleh I Made Murtika selaku kepala desa Tigawasa, Sekretaris I Ketut Arjasa, Bendahara Putu Aryana Putra, dan I Komang Ariosika, S.Pd., Ni Kadek Purnami sebagai anggota. Menurut Arjasa yang ditemui oleh TPI pada sabtu (25/2), pasraman dilakukan setiap hari sabtu dan minggu. “saya berharap agar remaja-remaja yang mengikuti kegiatan ini bisa memanfaatkan apa yang didapat dari pasraman dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat memaknai apa makna belajar sesungguhnya”, ujar Arjasa.
Menurut konsep Hindu, proses belajar itu sepanjang hidup. Dari masa brahmacari, grhasta, vanaprastha sampai sanyasin asrama. Dalam konteks kekinian, masa brahmacari asrhama itu diimplementasikan ke dalam aktivitas pendidikan formal dari jenjang pendidikan TK, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Namun, pendidikan formal itu saja belum cukup lantaran “kemasannya” cenderung dititikberatkan pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).
Lantas, bagaimana konsep pesraman untuk manusia Hindu yang berusia pra-remaja/remaja atau bagi mereka yang sudah mengenyam pendidikan SLTP dan SMU? materi pelajaran tetap harus dititikberatkan pada bidang agama dan pengenalan budaya Bali. Namun, materinya jelas harus diperluas. misalnya kalau di pesraman anak-anak mereka hanya diajari ngulat tipat dan klakat, maka di pesraman lanjutan itu mereka sudah diajari membuat aci-aci upacara yang lebih kompleks seperti membuat aneka macam caru serta bebantenan yang lebih rumit. Jelas harus ada perkembangan dari materi-materi yang diajarkan di pesraman untuk anak-anak SD. Hal ini sesuai dengan tema yang diusung oleh desa Tigawasa dalam melaksanakan pasraman kali ini yaitu, “malarapan pasraman remaja ngiring ajegang adat lan budaya Baline”.
Pasraman remaja yang dilaksanakan oleh desa Tigawasa ini sangat direspon positif oleh seluruh warga desa, khususnya para remaja. Sebut saja namanya Vera Setianingsih yang merupakan peserta pasraman. Vera mengaku dirinya mendapat wawasan pengetahuan setelah mengikuti pasraman remaja ini. “saya dan eman-teman sangat antusias mengikuti kegiatan ini”, tegas Vera. Arjasa juga mengatakan bahwa pada pasraman remaja ini, peserta diajarkan beberapa materi terkait budaya bali diantaranya adalah Budi Pekerti (dengan tutor I Ketut Arjasa, S.Pd.SD), Tatwa (dengan tutor Putu Wirata, S.Pd), Fatologi Remaja (Ketut Arbawa), Darmagita (Ketut Suartika S.Pd.), Nyastra (Putu Rubiantika, S.Pd.B), Ketrampilan (Ketut Sudaya., Jro Km. Periastini), Yoga Asana (Luh Ayu Marheni, S.Pd.SD). Arjasa menambahkan bahwa penutupan pasraman remaja akan dilaksanakan melalui tirta yatra ke Pura Besakih tepatnya pada minggu (1/4).
Diakhir perbincangan dengan TPI, arjasa mengatakan bahwa manusia Bali pada umumnya dan remaja tigawasa pada khususnya, sudah sewajarnya menjunjung tinggi budaya local, dan menerima pengaruh globalisasi dengan bijak. Dengan bekal pengetahuan agama generasi muda diyakini dapat memahami dan mencintai peradaban agama Hindhu miliknya, tidak terpengaruh pada budaya asing yang tidak cocok dengan kepribadian dan budaya Bali. Agama Hindhu di masa lalu kini perlu dibangkitkan untuk diaplikasikan prakteknya dalam pengamalan agama saat ini, sehingga pelaksanaan ritual agama tidak bersifat dogma, kaku dan mule keto. (rvn)
Langganan:
Postingan (Atom)




